Arsip

Posts Tagged ‘telinga’

Benda Asing di Telinga

September 14, 2010 4 komentar

Benda Asing di Telinga

Oleh: dr. M Faiq Sulaifi

Penyebab terbanyak pada kasus benda asing yang masuk pada telinga anak adalah mainan seperti manik-manik  yang dimasukkan ke dalam telinga. Pada dewasa seringkali disebabkan oleh serangga yang masuk telinga. Kasus serumen obturan (kotoran telinga yang menyebabkan liang telinga buntu) juga sering terjadi pada dewasa.

Diagnosis

Diagnosis dapat ditegakkan dengan mengumpulkan informasi tentang riwayat kejadian atau disebut anamnesa. Pada serumen obturan terjadi penurunan intensitas pendengaran, tinnitus (suara berdenging) bahkan vertigo. Untuk pemeriksaan fisik dapat melalui otoskopi. Adanya serangga atau mainan akan terlihat jelas dengan otoskopi.

Khusus pada serumen obturan, pemeriksaan otoskopi menunjukkan adanya penyumbatan liang telinga (meatus acusticus eksterna) oleh massa yang berwarna kekuningan sampai hitam.

Gambar: Otoskopi (courtesy of Basic Otorhinolaringology).

Tatalaksana

Tindakan yang dilakukan jika ada benda asing yang memasuki liang telinga adalah:

  • Serangga yang masuk dapat dibunuh dengan tetes larutan lidokain 10%
  • Mainan anak dapat tersangkut ke dalam MAE.  Diekstraksi dengan hati-hati dengan  small extraction hook. Janganlah menggunakan pinset telinga!
  • Sebaiknya tidak melakukan irigasi untuk benda asing di telinga
  • Pada anak lebih baik dengan anastesi general

Gambar: kutu yang berhasil diekstraksi dari liang telinga.

Gambar: cara dan alat yang digunakan untuk mengambil manik-manik dari liang telinga.

Untuk penanganan serumen obturan, kita lakukan berikut ini:

  • Serumen dapat diambil langsung dengan hook extraction atau diirigasi lebih dahulu
  • Jika serumen keras dapat ditetesi dengan tetes nitrogliserin atau minyak zaitun (oleum olivarum) selama beberapa hari agar serumen melunak sehingga mudah diekstraksi
  • Telinga diirigasi dengan air bersih bakteriologis pada suhu 37º C dengan menggunakan syringe telinga dengan kanula tumpul
  • Air hanyalah diarahkan ke posterosuperior agar tidak mengenai membrane timpani secara langsung
  • Setelah irigasi harus diikuti dengan evaluasi yaitu pemeriksaan otoskopi ulang dan juga tes pendengaran (tes garpu tala)

Gambar: cara irigasi serumen obturan.

Kontraindikasi (dirujuk ke spesialis THT):

  • Ada riwayat gangguan telinga
  • Pasien tidak kooperatif
  • Pendengaran pada satu telinga terpengaruh

Komplikasi

  • Otitis eksterna (radang telinga luar)
  • Kerusakan telinga tengah dan telinga dalam

Semoga bermanfaat.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.